Mode-Model PTK

Pada prinsipnya, penerapan PTK atau CAR (Classroom Action Research)  dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di dalam kelas. Sebagai salah satu penelitian yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di dalam kelas, menyebabkan terdapatnya beberapa model atau desain yang dapat diterapkan. Desain-desain tersebut diantaranya:

 1.  Model Kurt Lewin

Model kurt lewin menjadi acuan patokan atau dasar dari adanya berbagai model penelitian tindakan yang lain, khususnya PTK. Dikatakan demikian karena dialah yang pertama kali memperkenalkan Action Research atau penelitian tindakan. Konsep pokok penelitian Model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu a) perencanaan (planning), b) tindakan (acting), pengamatan (observing), dan d) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen tersebut dipandang sebagai siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Siklus PTK Kurt LewinGambar 1. Siklus PTK Menurut Kurt Lewin

2.  Model Kemmis & Mc Taggart

Model kemmis & Mc Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalakn oleh Kurt Lewin sebagaimana yang diutarakan di atas. Hanya saja, komponen acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai satu kesatuan. Disatukan kdeuakomponen tersebut disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa perapan acting dan observing merupakan dua kegiatan yang tidak terpisahkan. Maksudnya, kedua kegiatan harus dilakukan dalam satu kesatuan waktu, ketika tindakan dilaksanakan begitu pula observasi juga harus dilaksanakan. Untuk lebih tepatnya, beriku ini dikemukakan bentuk desainnya (Kemmis & Mc Taggart dalam Kusumah dan Dwitagama, 2009:20).

Siklu PTK menurut Kemmis dan TaggartGambar 2. Siklus PTK Menurut Kemmis & Mc Taggart.

Apabila dicermati, model yang dikemukakan oleh Kemmis & Mc Taggart pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat komponen yang berupa untaian tersebut dipandang sebagai satu siklus. Oleh karena itu, pengertian siklus pada kesempatan ini adalah putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pada gambar di atas, tampak bahwa di dalamnya terdiri dari dua perangkat komponen yang dapat dikatakan sebagai dua siklus. Untuk pelaksanaan sesungguhnya, jumlah siklus sangat bergantung kepada masalah yang perlu diselesaikan.

3.  Model John Illiot

Jika diperhatikan desain PTK John Illiot seperti yang terpampang di bawah, tampak bahwa di dalam satu tindakan (acting) terdiri dari beberapa step atau langkah tindakan, yaitu langkah tindakan 1, langkah tindakan 2, dan langkah tindakan 3. Adanya langkah-lamgkah untuk setiap tindakan ini dengan dasar pemikiran bahwa di dalam mata pelajaran terdiri dari beberapa pokok bahasan, dan setiap pokok bahasan terdiri dari beberapa materi yang tidak diselesaikan dalam satu kali tindakan. Oleh karenanya, untuk menyelesaikan satu pokok bahasan tertentu diperlukan beberapa kali langkah tindakan yang terealisasi di dalam kegiatan belajar-mengajar. Apa pun masalah yang akan diangkat dalam penelitian, hendaknya tetap berada dalam lingkup permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam praktik kesehariannya di kelas dan merupakan sesuatu yanng ingin dirubah atau diperbaiki. Semuanya itu harus dimulai dari ide awal, sampai monitoring pelaksanaan dan efeknya, sesuai dengan bagan dibawah ini, semuanya tetap dalam bentuk spiral.

Model ini sebenarnya bagus untuk diterapkan di sekolah, namun dalan kenyataannya belum banyak guru yang memakai model ini. Hal ini dikarenakan model ini kurang dikenal oleh guru dan sangat sulit penerapannya di lapangan. Mungkin karena belum terbiasa dan belum banyak dosen yang membantu menerapkannya dalam melaksanakan PTK di sekolah.

Siklus PTK John IlliotGambar 3. Siklus PTK menurut John Illiot

4.  Model Hopkins

Berpijak pada desain-desain model PTK para ahli pendahulunya, selanjutnya Hopkins (1993:191) menyusun desain tersendiri, yaitu sebagai berikut:

SIklus PTK HopkinsGambar 4. Siklus PTK menurut Hopkins

5.  Model Mc. Kernan

Menurut Mc. Kernan ada tujuh langkah yang harus dicermati dalam PTK, yaitu:

  1. Analisis situasi (reconnaisissance) atau kenal medan.
  2. Perumusan dan klarifikasi permasalahan.
  3. Hipotesis tindakan.
  4. Perencanaan tindakan.
  5. Penerapan tindakan dengan memonitoringnya.
  6. Evaluasi hasil tindakan.
  7. Refleksi dan pengambilan keputusan untuk pengembangan selanjutnya.

Siklus PTK Mc KernanGambar 5. Siklus PTK menurut Mc. Kernan

Berdasarkan beberapa model PTK diatas, selanjutnya dapat diketahui bahwa desain yang paling mudah dipahamai dan dilaksanakan untuk PTK, yaitu desain Model Kurt Lewin dan Model Kemmis & Mc Taggart. Namun, tidak ada salahnya jika kita memilih salah satu model yang cocok untuk penelitian kita yang mudah untuk dijalankan dan dapat digunakan untuk memperbaiki atau mengatasi permasalahan yang ada di kelas. Dengan melakukan PTK, para guru dapat memberbaiki kinerjanya dan dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya. Karena itu, pemahaman akan model-model PTK sangat diperlukan agar guru dapat memilih model yang cocok untuk penelitiannya. Pilihlah yang sesuai dengan kondisi guru di lapangan atau sesuai dengan kondisi sekolah.

Download Model-model PTK

Sumber:

Kusamah, Wijaya dan Dwitagama, Dedi. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Idenks

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: