Menulis Rumusan Masalah PTK

Rumusan masalah adalah bagian terpenting dalam sebuah penelitian. Rumusan masalah merupakan kelanjutan dari latar belakang masalah dari sebuah penelitian. Sukajati (2008) menegaskan rumusan masalah seharusnya mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan. Menurut Suyanto (1997) dan Sukarnyana (1997), dalam merumuskan masalah PTK, ada beberapa petunjuk yang digunakan sebagai acuan, yaitu:

  1. Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda dan pada umumnya dapat dituangkan dalam kalimat tanya.
  2. Rumusan masalah hendaknya menunjukkan jenis tindakan yang akan dilakukan dan hubungannya dengan variabel lain.
  3. Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Selain itu, wardhani, dkk (2007) mengingatkan bahwa rumusan masalah harus dirumuskan secara operasional sehingga perbaikan pembelajaran saat PTK dilaksanakan dapat terarah. Dalam menuliskan rumusan masalah PTK, rumusan hasil yang diharapkan telah mengemukakan hasil yang diharapkan bagi siswa dan praktisi yang dimuat dalam kalimat tanya. Kata tanya yang digunakan untuk membuat rumusan masalah PTK adalah kata tanya “apakah” dan kata tanya “bagaimana”. Beberapa narasumber dan pengalaman penulis dalam menyusun PTK lebih menyarankan menggunakan kata tanya “bagaimana” untuk memulai rumusan masalah dibandingkan dengan kata tanya “apakah”. Kata tanya “apakah” mempunyai jawaban yang singkat yang cenderung merujuk pada jawaban ya atau tidak dan lebih cocok digunakan untuk penelitian kuantitatif. Sementara kata tanya “bagaimana” lebih merujuk pada jawaban yang bersifat open ended yang menuntut jawaban yang lebih panjang sebagai bentuk penjelasan terhadap fokus penelitian yang dilaksanakan. Rumusan masalah yang dituliskan harus menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan dan hubungannya dengan variabel lain (yang menjadi sasaran perbaikan). Perhatikan contoh rumusan masalah berikut:

  1. Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI IPA SMA Katolik St. Bonaventura Madiun?
  2. Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI IPA SMA Katolik St. Bonaventura Madiun menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW)? (Martagalasa, 2015)
  3. Bagaimanakah cara menggunakan alat peraga, komunikasi dengan siswa, memberikan balikan, dan menggunakan penguatan untuk memotivasi siswa agar tertarik dengan mata pelajaran matematika? (Wardhani, dkk : 2007)
  4. Bagaimana cara membuat penjelasan lebih mudah dipahami, mengaktifkan siswa, dan menggunakan alat peraga, sehingga mampu meningkatkan prestasi siswa dalam IPS? (Wardhani, dkk : 2007)

Pada contoh (1), tindakan yang dilakukan adalah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) sedangkan variabel lain adalah kemampuan komunikasi matematis. Jawaban dari rumusan masalah ini cenderung merujuk pada jawaban ya atau tidak, bandingkan dengan contoh (2), (3), dan (4) yang jawabannya merujuk pada bentuk penjelasan terhadap fokus penelitian yang dilaksanakan.  Pada contoh (2), tindakan yang dilakukan adalah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW), sedangkan variabel lain adalah kemampuan komunikasi matematis. Pada contoh (3), tindakan yang dilakukan adalah (a) cara menggunakan alat peraga, (b) komunikasi dengan siswa, (c) memberikan balikan, (d) menggunakan penguatan, sedangkan variabel lain adalah memotivasi siswa agar tertarik dengan mata pelajaran matematika. Pada contoh (4), tindakan yang dilakukan adalah (a) cara membuat penjelasan lebih mudah dipahami, (b) mengaktifkan siswa, (c) menggunakan alat peraga, sedangkan variabel lain adalah prestasi siswa dalam IPS.

 

Referensi:

Aloisius Rabata Taburarusta Martagalasa. 2015. Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas XI IPA SMA Katolik Santo Bonaventura Madiun Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW). Skripsi. Pendidikan Matematika FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Madiun.

Sukajati. 2008. Penelitian Tindakan Kelas di SD. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika. [Tersedia Online di http://p4tkmatematika.org/fasilitasi/cek2.php?link=5-Penelitian-Tindakan-Kelas-%20SD.pdf]

Wardhani., dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Iklan
%d blogger menyukai ini: